Menyuruhku terus maju bagai serdadu yang tak takut apapun
Terasa sesak hati, berjalan terus diatas bara api kehidupan
Tak tau arah. .
Kututup mata agar bayangan lelah hilang
tapi kau slalu setia menemaniku
ingin ku berteriak. .
ingin aku menangis. .
ingin aku tertawa. .
sampai ku menutup mata dengan senyum
Tiba-tiba. .
siulan burung membuyarkan lamunan gadis sendu
percikan embun mengoyak keheningan
kutatap langit . .
seakan mengisyaratkan dedaunan untuk membisikkan
“kau tak sendiri, gadis sendu”