Setahun uda terlewatkan semenjak memasuki masa perkuliahan. bagi orang lain setahun tersebut pasti penuh dengan kenangan indah, pahit maupun memalukan. Tapi hal itu tidak berlaku bagi seseorang. Buatnya setahun terasa sama dari hari ke hari.
Masih teringat jelas semangat yg membara di awal tahun tersebut, semangat yg membara yg didasari keinginan kuat untuk mencapai hal yg diinginkannya. Dengan berkata pada diri sendiri sambiul membulatkan tekad "....yaaa. mungkin bukan tahun ini..mungkin Tuhan akan memberikannya tahun depan..". Hal ini menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk menjalani setahun yang tidak diinginkanya.
Semester pertama, saat menginjakkan kaki di fakultas tersebut tak ada debaran yang seharusnya dirasakan mahasiswa baru ( ...menyedihkan ...). Bertemu teman-teman baru seharusnya menjadikan hal yg menyenangkan tp tidak baginya. Bukan karena tidak menyukai teman-teman barunya tapi karna dia merasa bukan disini ku seharusnya ku berada. Bukan salah mereka akan ketidaknyamanannya tapi ini karena dirinyalah yang merasa tidak cocok akan tempatnya yang baruu...
Semester pertama yang sangat menyedihkan, ,melelahkan, menyebalkan...arrgghhhhh..
Pelajaran-pelajaran yang tidak disukai semasa SMA mendominasi di matkul2 pada jurusan tersebut ditambah kegiatan2 lainnya, belum lagi cara pengajaran yg 360 derajat berbeda dgn masa SMA membuat dirinya serasa berjalan ditempat tanpa ada yang bertambah atau berkurang. Sungguh adaptasi yang sangat melelahkan karna tidak didasari keinginan untuk menjalani hal-hal baru tersebut. well, semester pertama berjalan begitu ssajaa alhasil IP tidak mencapai tingkat kepuasaan. Orang-orang disekitarnya bertanya akan IPnya, dgn perasaan biasa dia menjawab IP ala kadar tersebut. Mereka berkata "..biasaa itu jurusan IPA kalo IP segituu uda lumayannyaaa..". Kata-kata penghiburan, padahal dirinya sendiri tidak merasa sedih akan hasil yang diperoleh. Sungguh menyedihkannn, tak ada rasa bersalah akan hasil yang diperoleh.
Kedua orang tuanya tahu apa yang menjadikan sang anak seperti ini, mereka menasehati "..jalani saja duluuu, mungkin dari sini nanti jalanmu untuk mncapai kesuksesan..". Kata2 ini terus berulang didengarnya tapi tetap tak mmberi efek apapun (ada sehh sebenarnyaa tapii sedikitt...). Dan tidak ketinggalan sahabat2nya pun melakukan hal yang sama. memberikan semangat dan kekuatan padanya. Kebaikan mereka yang terus menyemangati serta kesabaran orang tua menghadapi anaknya yang berubah2 tiap detik memacu motivasi dalam dirinya. Sahabat2nya ( yang senasib seperti dirinya tapi jauh lbh bisa menerima keadaan) menyemangati untuk tetap fokus pada apa yang dimilki sekarang tapi tidak menyerah dengan cita-cita yang diinginkan. "..Kita coba tahun depan, kita raih hal-hal yang kita inginkan...". Hal ini membakar semangat yg telah padam.
Memasuki semester kedua, dengan tekad akan coba menerima dan menjalani apa yg dipunya tapi tetap fokus pada yg kita inginkan. Benar2 sangat melelahkan melakukan dua hal sekaligus tapi tidak sejalan. Ditambah lagi pelajaran2nya serta praktikunya 5 kali lipat lbh sulit dari semester pertama. Huuffttt, rasanya ingin menyerah sajaaaa. tapi sahabat2nya terus konsisten menyemangati "..sabar behhh, sebentar lagii kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.." kuat benar motivasi yg keluar dari kata2 tersebut. Ujian-ujian yg dilalui (UTS ataupun UAS) walaupun sangat sulit tapi agak bisa dikendalikan (..sedikit..). Walupun bisa melalui ujian dibandingkan semester pertama, tak ada rasa bangga pada diri sendiri. Setelah ujian2 tersebut, dirinya hanya fokus pada test yg bisa membawanya pada hal yg diinginkannya.
Hari saat test yang akan diadakan pun tiba. Hari tersebut dilalu dengan perasaan campur aduk, puas ada soal yg bisa dijawab, takut kalo2 banyak soal yg salah. sebulan kurang jeda waktu untuk pengumuman test tersebut. Hari2 tersebut terus diisi dengan rasa penasarn yg sangatttttt hebat, sambil berdoa agar hasilnya sesuai yang diinginkan.
teng.... hari pengumuman. disaat semua orang melihat pengumuman, dia asyik menonton TV sampai tiba2 hpnya berdering. ternyata dari sahabatnya, "...sekarang pengumumannya, uda kau lihat.." langsung dia menjawab "..loh, bukannya besokk, aduw aku ga tau loh kalo sekarang...". Sahabatnya bertanya "..jadi kapan kau lihat pengumuman. hari ini kan??..". Dia pun menjawab "..iya..nanti ku lihat habis mandi..". Telepon diantara keduanya terputus.
Sehabis mandi, dia pergi ke warnet sambil membawa nomor pendaftarannya. dengan rasaa takut dan khawatir serta penasaran yg luarr biasaa dia pun membuka situs resmi tempat test tsb diumumkan.
Setelah memasukkan no pda box nomor, dengan mengucapkan doa dalam hati...klik ENTER!!MAAF ANDA BELUM LULUS...
Lemas seketika, lagi..gagal. Selang 20 detik dengan berkata pada diri sendiri seakan ingin menyangkal. Dia mencoba lagi memasukkan nomornya. Hasilnya tidak berubah, tetap dengan huruf dan kata2 yg sama "gagal".
Benar2 menyedihkan sangatt meneyedihkannnnnnnnnnnnnn.Huaaaaa air mata pun serasa masukk ke lagi ke mata karna saking sedihnya.
Sahabat2nya mendapatkan hasil yg sama tp bisa menerima dengan lapang dada, dari dirinya sendiri ingin sekali bisa menerima tp apa daya kecewa sudah sangat menggerogoti hatinya!!!
*bersambung ke waktu yang ga tau kapan
Time goes arround.....
ReplyDelete