Memang ga bisa dipungkiri yaa, pengaruh barat (west) hampir dirasakan setiap orang. Bahkan orang yang ga pernah menginjakkan kaki ke daratan dimana orang-orang barat tinggal pun bisa terpengaruh, termasuk saya.
Kalo bisa dibilang aku kecanduan banget sama yang berbau tentang west. Hal-hal apa saja yang berbau west aku suka, dari musik, film, tokoh-tokohnya, artis, negara-negaranya bahkan iklan yang diproduksi sama negara west aku suka. Aku benar-benar suka banget apapun yang berkaitan tentang west, rasanya kalo ga lihat info terbaru yang terjadi di barat sana even itu cuma gosip cerai pasti rasanya kayak ketinggaln info plus serasa kayak hidup di zaman purba. Mungkin bagi kalian ini terasa lebay atau berlebihan, tapi bagiku TIDAK. Karna kecanduanku tentang west ini benar-benar bisa memacu semangatku. Misalnya saja waktu nonton film barat, pasti aku manfaatin banget untuk listening melalui percakapan mereka, terus searching tentang filmnya maupun tokoh-tokoh yang terlibat dan itu juga bisa nambah ilmu loh kayak ngelihat liputan ledakan-ledakan dalam adegan film yang terasa begitu nyata, dan yang lainnya . Ga hanya di situ dengan melihat tayangan apapun dari barat, aku selalu fokus melihat daerah tempat tayangan itu diambil. Hal itu bisa menghipnotis aku, dan membuat diriku serasa berada di daerah tersebut. Dan kalimat yang selalu terlintas
dalam pikiranku kalo uda pantengin layar tv berbau barat " ...suatu hari pasti bisa ke sana..." ( Amin.....Amin).
Dan itu juga bisa nambah ilmu loh, dengan adanya passion pengen ke daerah tersebut mendorong kita untuk mengetahui temapt itu dimana, negara gimana, ibukotanya gimana, apa yang menarik di egeri tersebut, gimana sejarahnya dan tanpa kita sadari kita juga jadi terdorong untuk mencari sistem politik di negeri tersebut. Hal yang sama juga bisa aku rasakan dengan mendengar lagu-lagu barat, sama kayak nonton film. Ketika kita dengar lagu dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa kita, pasti kita ada niat untuk cari liriknya, nah dari situ perbendaharaan kata kita bisa nambah, dan juga listening kita bisa terasah. Dan itu bener-benar memberikan efek nyata buatku. Asal tahu aja aku dari SD paling taku pelajaran bahasa inggris daripada matematika. Tiap ada matpel itu, yang biasa ku lakukan berdoa ke Tuhan biar gurunya ga datang plus ambil posisi duduk yang jauh dari pandangan guru ( upssss..aibku terbongkar deehh). Tapi itu uda ga jadi hambatan lagi. Karena waktu smp aku pernah nonton film barat aku lupa judulnya, pas waktu dengar mereka berdialog aku asal nebak apa kata yang diucapkan ( maskdunya penulisan kata yang diucapkan) terus sambil lihat subtitle di tv dan cocokkan tebakanku ke kamus bahasa inggris dan ternyata benar. Huaaaa senangku waktu itu merupakan kebanggan dan dari situ aku jadi terpacu untuk menebak-nebak apa yang diucapkan mereka dan sebagai info mulai saat itu aku jadi senang buka kamus ( judul " KAMUSKU YANG TAK DIANGGAP, KAMUSKU YANG MALANG udahh bye-bye). Alhasil yang namanya aku bisa berkata B.inggris saipa takut,hahahhahahha ( memang englishku ga hebat-hebat bangetlah tapi ga separah waktu aku menutup diri terhadap matpel english, heheheh).
Kesukaanku ke barat juga ga terlepas dari tulang kecilku, karna setiap kali ke rumah paling pateng nonton sinetron pasti mutar berita atau ga film-film barat. Dulu geram banget kalo itu terjadi, but now i can say thanks my little uncle. Juga buat abangku, gara-gara hobinya nonton bola. Aku jadi ikutan ketagihan nonton bola, waktu nonton bola juga banyak motivasi yang ku dapat. Melihat lapangan hijau di tv yang jauh banget dengan lapang dekat rumahku itu juga jadi motivasi. Kalo suatu saat negaraku bakalan punya hal yang sama seperti mereka dan jauh lebih hebat. Ga hanya itu nonton bola juga bisa buat kita gimana sih teamwork yang baik, karena sepakbola adalah permainan sebelas orang bukan satu orang. Gimana 11 kepala dengan sifat berbeda bisa bekerja membuat strategi untuk menang. Hal ini mungkin bisa lebih terlihat sangat jelas waktu final champion '05 Liverpool vs Ac Milan dan final FA cup Liverpool vs West Ham united ( benar-benar pertandingan yang tak terlupakan bagiku). Ketinggaln 3 angkaa ga buat The Kopp langsung nyerah, dengan semangat mereka ngejar ketertinggaln dan buat mereka jadi juara, WHAT A TRULY FOOTBALL ( ini kok jadi analisa pertandingan bola yaa), dan masih banyak lagi dehh kalo dijabarin satu-satu ga siap-siap ceritanya entar
Tapi SATU HAL YANG PERLU DIKETAHUI jangan jadikan tulisan ini sebagai penilaian kalo aku ga nasionalis dan ga cinta terhadap negeriku. karna bila anda berpikir gitu anda salah besar. Malah aku jadi semakin cinta terhadap negeriku, termotivasi untuk membangun negeriku yang tercinta sama hebatnya dan bahkan melebihi negear-negara di barat.
So jangan malu belajar dari budaya lain dan mengatasnamakan nasionalisme untuk ga mau belajar dari budaya asing. Dan satu hal lagi jadikan apa yang disukai sebagai salah satu wadah untuk belajar, karna belajar ga harus dari gurukan atau buku-buku dengan rumus dan angka-angka berakar yang buat mata jereng dan pusing (idiihh bahasakuuu kayak para tetua gituu yaaaa hehehhe, namanya juga berbagi).
setujuu deh sama kamyuuu..hhaha
ReplyDeletenong!!
keren gilak lo!! wehhehe